Minggu, 28 Februari 2016

Regulasi Empat Pemain Asing, Persib Akan Pakai Tiga

Saturday, 27 February 2016 | 12:44
foto-persib-bandung-latihan-footballplus-25-feb-2016-1430Regulasi pemakaian pemain asing di Indonesia Soccer Championship (ISC) telah ditentukan saat pertemuan antar klub yang terdiri dari 18 tim Indonesia Super League (ISL) dan 59 tim Divisi Utama (DU) di Hotel Park Lane, Kuningan, Jakarta, Jumat kemarin. Setiap peserta diperkenankan memakai empat pemain asing yakni tiga pemain non-Asia dan satu pemain Asia.
Pelatih Persib Dejan Antonic menyambut baik akan regulasi tersebut, namun dirinya menegaskan akan memakai tiga pemain asing saja untuk skuatnya. Menurutnya akan lebih baik dan lebih bijak memaksimalkan pemain lokal dari pada memakai jasa pemain asing Asia.
“Itu bagus, tapi menurut saya, tidak ada banyak pemain asing Asia yang mau, jadi buat apa itu? lebih bagus kuota satu pemain asing asia itu kita kasih ke pemain lokal dari dari pada ambil pemain Asia,” tuturnya saat diwawancarai di Lapangan lari Sabuga, Bandung, Sabtu (27/2).
Lebih lanjut ia menjelaskan, pemain asing Asia akan sangat berguna jika timnya mengikuti ajang kompetisi di Asia seperti Liga Champions Asia (LCA) dan AFC Cup. Selain jatah pertandingan yang lebih banyak, pamor pemain asia akan terangkat jika setiap tim saling mengandalkan jas

http://simamaung.com/regulasi-empat-pemain-asing-persib-akan-pakai-tiga/

Dejan Terus Genjot Fisik Pemainnya

foto-persib-bandung-latihan-di-football-plus-SIM_2876Pemain Persib Bandung terus digenjot latihan dengan porsi yang intensitasnya tinggi. Pelatih Dejan Antonic memberikan menu latihan fisik dan fitness untuk Atep dkk pada sesi latihan Sabtu (27/2) pagi di Lapangan Sabuga, Bandung. Dalam latihan tersebut hanya Yandi Sofyan dan Jujun Saepuloh yang menjalani latihan terpisah akibat cedera.
Disadari Dejan jika pemainnya sedang mendapatkan kelelahan, namun ia enggan menurunkan intensitas latihan. Selama ini ia menilai anak-anak asuhannya mampu melahap materi latihan karena tahu mereka akan memetik hasilnya kelak. Pada latihan Sabtu pagi tadi, Samsul Arif dan kolega secara bergantian melakukan lari dengan jumlah jarak 7,5 kilometer.
“Cape sekali, itu biasa, latihan berat seperti tadi 7 km tambah 600 meter. Buat stamina, fokus buat fitness latihan berat. Setiap mereka lari ada waktunya, semua ada waktu, anak-anak harus masuk ke waktu yang kita bikin,” tutur Dejan.
Dejan mengaku senang para pemain berlatih dengan semangat. Alasan ia memberi menu latihan berat karena dirinya menerapkan keseriusan pembinaan anak-anak asuhannya menyongsong kompetisi sesungguhnya Indonesia Soccer Championship. “Berat tapi senang semua bisa ikut program yang sudah kita bikin. Mungkin sedikit berat, tapi memang seperti itu persiapan pre-season,” ungkapnya.
Saat ditanyai siapa pemain yang paling terbaik mendapatkan kondisi terbaik, Dejan enggan menyebutkan. Menurut pelatih 47 tahun itu, timnya menjalani latihan sesuai program dan mereka harus menaati serta mendapatkan hasil yang sesuai dengan perkiraan pelatih. “Enggak ada yang gagal, mereka harus masuk di waktu yang kita minta. Jadi dia masuk posisi satu atau terakhir tidak penting,” kata Dejan.
“Contoh kalau ada lari 800 Meter, harus ada dia waktu yang kita tentukan yaitu 3 menit, itu harus masuk waktu yang di situ. Ada 800, 600, 200 dan lagi 200 600 800 beda waktu,” tambahnya.

http://simamaung.com/dejan-terus-genjot-fisik-pemainnya/

Optimisme Agung di Bawah Arahan Dejan

foto-persib-bandung-latihan-di-siliwangi-AGUNG-SIM_3483Gelandang Persib Bandung, Muhammad Agung Pribadi, kini mulai dapat beberapa kesempatan bermain di bawah arahan sang entrenador, Dejan Antonic. Ia pula mencicipi beberapa pertandingan Maung Bandung dengan berbagai posisi, mulai dari stoper, bek sayap kanan, serta gelandang bertahan. Penampilan terakhirnya saat menghadapi Arema Cronus terbilang cukup apik, terlihat dari kerjasamanya dengan pemain lain dan keberaniannya untuk berduel.
Ditempatkan di beberapa posisi oleh Dejan Antonic, memang tidak asing lagi bagi pemai jebolan Persib Junior tersebut. Sebelumnya, saat Persib ditukangi oleh Jajang Nurjaman, ia menempati beberapa posisi yang berbeda. Nyatanya sang pemain tak mempermasalahkan dirinya ditempatkan di posisi manapun, asalkan bisa dipercaya dan membantu tim meraih sukses.
“Sebenarnya enggak apa-apa sih, yang penting Agung bisa bantu tim. Jadi main di mana-manapun poisisinya, bagi saya enggak masalah. Sama aja sih di mana aja, mau jadi gelandang bertahan, bekk kanan, sama stoper,” ucap pemain yang mengenakan nomor punggung 13 ini di Lapangan Sabuga Bandung, Sabtu (27/2).
Di bawah arahan sang arsitek Dejan Antonic, ia mengusung optimisme baru supaya mendapatkan kepercayaan serta menit bermain lebih. Kerja keras lewat latihan-latihan yang diberikan diharapkan mampu membangkitkan performanya. “Ya semoga bisa mendapatkan menit bermain lebih banyak lagi dari musim-musim sebelumnya,” harapnya.
Kabar bahwa Indonesia Soccer Championship (ISC) yang segera digulirkan dengan kick off pada tanggal 15 April mendatang, menjadi momen yang ditunggu-tunggu Agung. Ia bertekad menjadi pemain yang paling lama dan paling banyak menggondol piala untuk Persib Bandung.
“Yang pasti pengen bisa juara lagi, mudah-mudahan dengan usaha kerja keras dan doa semua. Bawa juara sudah dari Persib Junior U-15, U-18, U-21 kemarin senior, pengen lagi juara,” pungkasnya

http://simamaung.com/optimisme-agung-di-bawah-arahan-dejan/

Kamis, 25 Februari 2016

EBIET G ADE


Ebiet G. Ade
Ebiet In Pendopo.jpg
Nama lahir Abid Ghoffar bin Aboe Dja'far
Lahir 21 April 1954 (umur 61)
Bendera Indonesia Wanadadi, Banjarnegara, Indonesia
Pekerjaan Penyanyi
Tahun aktif 1979 - sekarang
Pasangan Koespudji Rahayu Sugianto
Anak Abietyasakti "Abie" Ksatria Kinasih
Aderaprabu "Dera" Lantip Trengginas
Byatriasa "Yayas" Pakarti Linuwih
Segara "Dega" Banyu Bening
Orang tua Aboe Dja'far (ayah)
Saodah (ibu)
Situs web http://www.ebietgade.com/
Tanda tangan Signature of Ebiet G Ade.png
Ebiet G. Ade (lahir di Wanadadi, Banjarnegara, Jawa Tengah, 21 April 1954; umur 61 tahun) adalah seorang penyanyi dan penulis lagu berkewarganegaraan Indonesia. Ebiet dikenal dengan lagu-lagunya yang bertemakan alam dan duka derita kelompok tersisih. Lewat lagu-lagunya yang ber-genre balada, pada awal kariernya, ia memotret suasana kehidupan Indonesia pada akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Tema lagunya beragam, tidak hanya tentang cinta, tetap ada juga lagu-lagu bertemakan alam, sosial-politik, bencana, religius, keluarga, dll. Sentuhan musiknya sempat mendorong pembaruan pada dunia musik pop Indonesia. Semua lagu ditulisnya sendiri, ia tidak pernah menyanyikan lagu yang diciptakan orang lain, kecuali lagu Surat dari Desa yang ditulis oleh Oding Arnaldi dan Mengarungi Keberkahan Tuhan yang ditulis bersama dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kehidupan pribadi

Terlahir dengan nama Abid Ghoffar bin Aboe Dja'far di Wanadadi, Banjarnegara[1], merupakan anak termuda dari 6 bersaudara, anak Aboe Dja'far, seorang PNS, dan Saodah, seorang pedagang kain. Dulu ia memendam banyak cita-cita, seperti insinyur, dokter, pelukis. Semuanya melenceng, Ebiet malah jadi penyanyi -- kendati ia lebih suka disebut penyair karena latar belakangnya di dunia seni yang berawal dari kepenyairan[2].
Setelah lulus SD, Ebiet masuk PGAN (Pendidikan Guru Agama Negeri) Banjarnegara. Sayangnya ia tidak betah sehingga pindah ke Yogyakarta. Sekolah di SMP Muhammadiyah 3 dan melanjutkan ke SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Di sana ia aktif di PII (Pelajar Islam Indonesia). Namun, ia tidak dapat melanjutkan kuliah ke Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada karena ketiadaan biaya. Ia lebih memilih bergabung dengan grup vokal ketika ayahnya yang pensiunan memberinya opsi: Ebiet masuk FE UGM atau kakaknya yang baru ujian lulus jadi sarjana di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.[3]
Nama Ebiet didapatnya dari pengalamannya kursus bahasa Inggris semasa SMA. Gurunya orang asing, biasa memanggilnya Ebiet, mungkin karena mereka mengucapkan A menjadi E. Terinspirasi dari tulisan Ebiet di bagian punggung kaos merahnya, lama-lama ia lebih sering dipanggil Ebiet oleh teman-temannya. Nama ayahnya digunakan sebagai nama belakang, disingkat AD, kemudian ditulis Ade, sesuai bunyi penyebutannya, Ebiet G. Ade. Kalau dipanjangkan, ditulis sebagai Ebiet Ghoffar Aboe Dja'far. [4][5]
Sering keluyuran tidak keruan, dulu Ebiet akrab dengan lingkungan seniman muda Yogyakarta pada tahun 1971. Tampaknya, lingkungan inilah yang membentuk persiapan Ebiet untuk mengorbit. Motivasi terbesar yang membangkitkan kreativitas penciptaan karya-karyanya adalah ketika bersahabat dengan Emha Ainun Nadjib (penyair), Eko Tunas (cerpenis), dan E.H. Kartanegara (penulis). Malioboro menjadi semacam rumah bagi Ebiet ketika kiprah kepenyairannya diolah, karena pada masa itu banyak seniman yang berkumpul di sana.
Meski bisa membuat puisi, ia mengaku tidak bisa apabila diminta sekedar mendeklamasikan puisi. Dari ketidakmampuannya membaca puisi secara langsung itu, Ebiet mencari cara agar tetap bisa membaca puisi dengan cara yang lain, tanpa harus berdeklamasi. Caranya, dengan menggunakan musik. Musikalisasi puisi, begitu istilah yang digunakan dalam lingkungan kepenyairan, seperti yang banyak dilakukannya pada puisi-puisi Sapardi Djoko Damono. Beberapa puisi Emha bahkan sering dilantunkan Ebiet dengan petikan gitarnya. Walaupun begitu, ketika masuk dapur rekaman, tidak sebiji pun syair Emha yang ikut dinyanyikannya. Hal itu terjadi karena ia pernah diledek teman-temannya agar membuat lagu dari puisinya sendiri. Pacuan semangat dari teman-temannya ini melecut Ebiet untuk melagukan puisi-puisinya.

Karier

Ebiet G. Ade bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Ebiet pertama kali belajar gitar dari kakaknya, Ahmad Mukhodam, lalu belajar gitar di Yogyakarta dengan Kusbini. Semula ia hanya menyanyi dengan menggelar pentas seni di Senisono, Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta dan juga di Jawa Tengah, memusikalisasikan puisi-puisi karya Emily Dickinson, Nobody, dan mendapat tanggapan positif dari pemirsanya. Walau begitu ia masih menganggap kegiataannya ini sebagai hobi belaka. Namun atas dorongan para sahabat dekatnya dari PSK (Persada Studi Klub yang didirikan oleh Umbu Landu Paranggi) dan juga temannya satu kos, akhirnya Ebiet bersedia juga maju ke dunia belantika musik Nusantara. Setelah berkali-kali ditolak di berbagai perusahaan rekam, akhirnya ia diterima di Jackson Record pada tahun 1979.[6]
Jika semula Ebiet enggan meninggalkan pondokannya yang tidak jauh dari pondok keraton, maka fakta telah menunjuk jalan lurus baginya ke Jakarta. Ia melalui rekaman demi rekaman dengan sukses. Sempat juga ia melakukan rekaman di Filipina untuk mencapai hasil yang lebih baik, yakni album Camellia III. Tetapi, ia menolak merekam lagu-lagunya dalam bahasa Jepang, ketika ia mendapat kesempatan tampil di depan publik di sana.
Pernah juga ia melakukan rekaman di Capitol Records, Amerika Serikat, untuk album ke-8-nya Zaman. Ia menyertakan Addie M.S. dan Dodo Zakaria sebagai rekan yang membantu musiknya.
Lagu-lagunya menjadi trend baru dalam khasana musik pop Indonesia. Tak heran, Ebiet sempat merajai dunia musik pop Indonesia di kisaran tahun 1979-1983. Sekitar 7 tahun Ebiet mengerjakan rekaman di Jackson Record. Pada tahun 1986, perusahaan rekam yang melambungkan namanya itu tutup dan Ebiet terpaksa keluar. Ia sempat mendirikan perusahaan rekam sendiri EGA Records, yang memproduksi 3 album, Menjaring Matahari, Sketsa Rembulan Emas, dan Seraut Wajah.
Sayang, pada tahun 1990, Ebiet yang "gelisah" dengan Indonesia, akhirnya memilih "bertapa" dari hingar bingar indutri musik dan memilih berdiri di pinggiran saja. Baru pada tahun 1995 ia mengeluarkan album Kupu-Kupu Kertas (didukung oleh Ian Antono, Billy J. Budiardjo (alm), Purwacaraka, dan Erwin Gutawa) dan Cinta Sebening Embun (didukung oleh Adi Adrian dari KLa Project). Pada tahun 1996 ia mengeluarkan album Aku Ingin Pulang (didukung oleh Purwacaraka dan Embong Rahardjo). Dua tahun berikutnya ia mengeluarkan album Gamelan yang memuat 5 lagu lama yang diaransemen ulang dengan musik gamelan oleh Dwiki Darmawan dan Kiwir. Pada tahun 2000 Ebiet mengeluarkan album Balada Sinetron Cinta dan tahun 2001 ia mengeluarkan album Bahasa Langit, yang didukung oleh Andi Rianto , Erwin Gutawa dan Tohpati. Setelah album itu, Ebiet mulai lagi menyepi selama 5 tahun ke depan.
Ebiet adalah salah satu penyanyi yang mendukung album Kita Untuk Mereka, sebuah album yang dikeluarkan berkaitan dengan terjadinya tsunami 2004, bersama dengan 57 musisi lainnya. Ia memang seorang penyanyi yang terilhami oleh alam, sosial, ketuhanan dan kemanusiaan sehingga wajar ada beberapa lagunya yang terinspirasi oleh bencana alam, sehingga lagu-lagunya sering menjadi tema bencana.
Pada tahun 2007, ia mengeluarkan album baru berjudul In Love: 25th Anniversary (didukung oleh Anto Hoed), setelah 5 tahun absen rekaman. Album itu sendiri adalah peringatan buat ulang tahun pernikahan ke-25-nya, bersama pula 13 lagu lain yang masih dalam aransemen lama. [7]
Kemunculan kembali Ebiet pada 28 September 2008 dalam acara Zona 80 di Metro TV cukup menjadi obat bagi para penggemarnya. Dengan dihadiri para sahabat di antaranya Eko Tunas, Ebiet G Ade membawakan lagu lama yang pernah popular pada dekade 80-an

https://id.wikipedia.org/wiki/Ebiet_G._Ade

AGNEZ MO


Agnez Mo
Agnes Monica in 2009 Asia Song Festival.jpg
Agnes Monica pada karpet merah Festival Lagu Asia 2009 di Seoul, Korea Selatan
Nama lahir Agnes Monica Muljoto
Lahir 1 Juli 1986 (umur 29)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Pekerjaan Penyanyi, aktris, penari, presenter, pencipta lagu, perancang busana, model
Tahun aktif 1992 - sekarang
Orang tua Ricky Muljoto
Jenny Siswono
Agama Kristen Protestan
Situs web www.agnezmo.com
Agnes Monica Muljoto (lahir di Jakarta, 1 Juli 1986; umur 29 tahun) atau lebih dikenal dengan Agnez Mo, adalah seorang penyanyi dan artis berkebangsaan Indonesia. Ia memulai kariernya di industri hiburan pada usia enam tahun sebagai seorang penyanyi cilik. Agnez telah merilis tiga album anak-anak yang berhasil mengantarkan namanya ke deretan penyanyi cilik populer di era 1990-an. Selain bernyanyi, ia juga menjadi presenter di beberapa acara televisi anak-anak. Saat menginjak usia remaja, Agnez mulai terjun ke dunia seni peran. Penampilannya di sinetron Pernikahan Dini (2001) berhasil melambungkan namanya. Agnez kemudian membintangi sederet sinetron yang menjadikannya artis remaja dengan bayaran termahal saat itu.
Pada tahun 2003, Agnez merilis album dewasa pertamanya yang berjudul And the Story Goes, yang kembali melejitkan namanya di industri musik Indonesia. Kesuksesannya di tanah air mendorong Agnez memasang target untuk bisa berkarier di kancah internasional. Pada album keduanya yang dirilis pada tahun 2005, Whaddup A'..?!, ia menggandeng penyanyi asal Amerika Serikat Keith Martin untuk berkolaborasi. Agnez juga terlibat dalam syuting dua serial drama Asia, The Hospital dan Romance In the White House di Taiwan.
Agnez berhasil meraih penghargaan dua tahun berturut-turut atas penampilannya di ajang Asia Song Festival di Seoul, Korea Selatan, pada tahun 2008 dan 2009. Pada album ketiganya, Sacredly Agnezious (2009), ia mulai terlibat sebagai produser dan penulis lagu. Pada tahun 2010, ia diangkat sebagai salah satu juri pada ajang pencarian bakat Indonesian Idol. Ia juga menjadi salah satu pemandu acara pada karpet merah pegelaran American Music Awards 2010 di Los Angeles, Amerika Serikat.
Seiring dengan melesatnya Agnez ke puncak popularitas, penampilan dan gaya berbusananya menjadi tren di kalangan anak muda. Selain sukses secara komersial, Agnez merupakan penyanyi dengan jumlah penghargaan paling banyak di Indonesia. Ia telah memenangkan puluhan trofi, termasuk di antaranya sepuluh Anugerah Musik Indonesia, tujuh Panasonic Awards, dan empat MTV Indonesia Awards. Selain itu, ia telah dipercaya menjadi duta anti narkoba se-Asia serta duta MTV EXIT dalam memberantas perdagangan manusia.
https://id.wikipedia.org/wiki/Agnez_Mo

DAVID BAYU


David Bayu Danangjaya
David Bayu Danangjaya
Latar belakang
Nama lahir David Bayu Respati
Nama lain David Naif
Lahir 29 Agustus 1976 (umur 39)
Bendera Indonesia Indonesia
Jenis musik Pop
Pekerjaan Musician dan Presenter
Instrumen Vokal
Tahun aktif 1994 - sekarang
Terkait dengan Naif
Suami/istri Shilla Delila
Anak Audrey Davis
Jason Davis
Agama Kristen Protestan
David Bayu Danangjaya (lahir di Solo, Jawa Tengah, 29 Agustus 1976; umur 39 tahun) atau yang dikenal sebagai David Naif adalah vokalis dari band Naif. David mendaftar sebagai mahasiswa desain grafis di Institut Kesenian Jakarta tahun 1994. Di sanalah ia menemukan kawan-kawan yang kelak bergabung menjadi grup band Naif. Bersama Naif, David telah merilis tujuh album hingga tahun 2011.
David menikah dengan Shilla Delila[1] dan telah dikaruniai dua orang anak, Audrey Davis dan Jason DaviD
https://id.wikipedia.org/wiki/David_Bayu_Danangjaya

ARIEL NOAH


Nazril Irham
Ariel Noah.png
Nama lahir Nazril Irham
Nama lain Ariel
Lahir 16 September 1981 (umur 34)
Bendera Indonesia Pangkalan Brandan, Sumatera Utara
Asal Bendera Indonesia Indonesia
Pekerjaan Musisi
Aktor
Model
Penulis Lagu
Tahun aktif 2002 - sekarang
Dipengaruhi Kahlil Gibran
Kurt Cobain
Nirvana
Pasangan Sarah Amalia (2005 - 2008)
Anak Allea Anata Irham
Orang tua Nazmul Irphan
Darlina Darwis
Agama Islam
Situs web www.noah-site.com
Akun Twitter R_besar
Nazril Irham atau lebih populer dengan panggilan Ariel atau Ariel Noah (lahir di Pangkalan Brandan, 16 September 1981; umur 34 tahun) adalah seorang musisi berkewarganegaraan Indonesia yang merupakan vokalis dari grup musik Noah.

Awal kehidupan

Ariel lahir dari pasangan Nazmul Irphan dan Darlina Darwis. Ia merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Ayahnya yang bersuku Melayu merupakan seorang pegawai lapangan di perusahaan minyak Pertamina. Sementara ibunya yang berdarah Minangkabau adalah seorang ibu rumah tangga. Karena berprofesi sebagai pegawai lapangan, sang ayah bekerja di lokasi yang berpindah-pindah. Tinggal di Pangkalan Brandan beberapa bulan, Ariel kecil dan keluarga harus pindah ke Kota Langsa di Aceh. Di Kota Langsa Ariel kecil mulai menuntut ilmu di Taman Kanak-Kanak (TK), yaitu di TK Bungong Seulanga (sejak tahun 2014 menjadi TK Kartika Jaya XIV-5 Kota Langsa). Di tempat ini Ariel tinggal di perumahan BTN Asamera Kota Langsa. Setelah tinggal di Kota Langsa selama 7 tahun, Ariel sekeluarga pindah ke Bandung.
Sejak kecil Ariel telah memperlihatkan bakat besar di bidang seni, tapi bukan di bidang menyanyi. Bakat seni yang terlihat dari Ariel justru di bidang menggambar. Dia sempat menjuarai beberapa perlombaan menggambar di Bandung. Gara-gara hobi menggambar, Ariel sempat bercita-cita jadi arsitek. Tapi, di tengah perjalanan hidupnya, ia menemukan satu hobi baru yang diminatinya, yaitu bermain musik. Dari sinilah Ariel kemudian meniti kariernya.

Karier

Ariel bersekolah di SMP Negeri 14 Bandung. Kebiasaan Ariel bernyanyi di Warung Bu Susi, dekat sekolahnya, ternyata membawa perubahan dalam karier bermusiknya. Sejak kelas I SMP, Ariel telah intens membentuk grup musik. Grup musik pertama yang dibentuknya bernama Peppermint. Sayang, nasibnya hanya bertahan tujuh bulan.
Lantas ia membuat grup musik lagi bernama Sliver, lalu kemudian Cholesterol dengan Uki, Qibil dan Erick, dan Topi pada tahun 1997 bersama Uki, Afrian, Abel, Ari dan Andika. Lagi-lagi semuanya bubar di tengah jalan. Tapi grup musik yang disebut terakhir lumayan berjasa untuk kariernya. Pada 1 September 2000, Beberapa orang yang tergabung di Topi –termasuk Ariel– sepakat membentuk grup musik baru bernama Peterpan dengan formasi baru yaitu Ariel, Uki, Lukman, Reza, Andika dan Indra.
Bersama Peterpan, Ariel berupaya menembus kafe-kafe top di Bandung. Penampilan Peterpan di kafe Sapu Lidi yang atraktif plus vokal Ariel yang berkarakter diam-diam menarik minat Noey –eks basis Java Jive yang belakangan jadi produser– untuk memasukkan lagu mereka dalam album kompilasi Kisah 2002 Malam. Lagu Mimpi Yang Sempurna yang termuat di album kompilasi itu sukses jadi modal Peterpan untuk menembus industri rekaman.
Tahun 2003, Peterpan merilis album Taman Langit. Album ini ternyata meledak. Harus diakui, salah satu faktor yang mendukung larisnya album ini adalah vokal Ariel dan kemampuannya mengolah lirik. Lirik-lirik yang dibuat pengagum Kahlil Gibran ini amat dalam. Mampu menyentuh dasar hati pendengar lagu-lagunya.
Wajar jika nama Ariel semakin melambung. Posisinya sebagai frontman memungkinkannya menjelma jadi idola baru. Puncaknya, saat album "Bintang di Surga" dirilis pertengahan 2004 lalu. Ariel benar-benar jadi pujaan pencinta musik Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Tetapi naas, ketika Peterpan sedang menduduki puncak jaya dalam blantika musik indonesia, pada Juni 2010, Ariel harus terganjar kasus rekaman video yang melibatkan dirinya dengan artis Luna Maya dan Cut Tari. Namun, layaknya orang-orang sukses lainnya, Ariel yang terjatuh dengan keras kini dapat memantul kembali dengan keras ke puncak blantika musik Indonesia bersama grup musik yang telah sangat berjasa dalam kariernya yaitu Peterpan. Kini grup musik itu telah berganti nama menjadi Noah yang mampu melakukan perjalanan konser 2 benua 5 negara dalam satu hari dari Hongkong, Taiwan, Malaysia, Singapura sampai terakhir di Indonesia dan menyabet Rekor MURI dan banyak penghargaan sebagai grup band terbaik dan juga penghargaan langganan mereka yaitu Multi Platinum Award untuk album yang bertajuk "Seperti Seharusnya".
Selain sukses di dunia musik, Ariel juga membintangi sejumlah iklan seperti Sunsilk, Lux, Vaseline Men, Yamaha, XL, Maxtron, KakaoTalk, Vitamin Water, Sophie Paris dan TransVision. Ariel juga membintangi film layar lebar Sang Pemimpi, dimana Ariel memerankan tokoh Arai, seorang pemuda yang tak pernah berhenti bermimpi. Serta film Awal Semula yang menceritakan sejarah perjalanan karier grup musik Ariel dari bawah hingga kesuksesannya, dan juga menceritakan bagaimana kreativitas, visi, motivasi, kharisma dan kepemimpinan Ariel membangun Peterpan hingga Noah sampai sekarang
https://id.wikipedia.org/wiki/Nazril_Irham